Harkitnas Momentum Kebangkitan Pemuda Indonesia

Hari Kebangkitan Nasional merupakan momentum untuk memupuk semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme bagi para pemuda. Masa di mana para pemuda dan pejuang sadar bahwa dalam mencapai kemerdekaan tidak dapat diraih dengan jalan sendiri-sendiri. “KePgiOa0Jvgdsadaran dari para pemuda dan pejuang muncul untuk memperjuangkan kemerdekaannya. Oleh karena itu, jadikan deklarasi ini tepat pada hari Kebangkitan Nasional 20 Mei sebagai kebangkitan para pemuda membangun negara ini dengan pemimpin kaum muda yang kreatif,” ujar Staf Kemenpora Sakhyan Azmara dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/5/2013). Selain itu, dirinya juga mengapresiasi atas terbentuknya pendirian wadah pemuda yang menamakan Pusaka Muda Nusantara.

“Dalam hal ini, atas nama pemerintah khususnya Kemenpora, merasa bangga dan salut atas perjuangan kaum muda selaku inisiator muda untuk membentuk dan mendirikan Pusaka Muda Nusantara (PMN). Jadikanlah deklarasi ini menjadi hal penting agar pemuda-pemuda mengelola kecerdasannya untuk kemajuan bangsa,” tegas dia.Di tempat yang sama, Ketua PMN Muhammad Zimah mengakui bahwa semangat para pemuda mulai memudar dan mulai luntur terbawa perkembangan zaman. Menurut dia, semangat itu kini menjadi sangat langka di jaman modern ini, ketika tak ada sekat lagi antara dunia barat dan timur. “Dalam momentum kebangkitan nasional ini, PMN harus bangkit dalam semua sektor. Mari kita tatap masa yang akan datang,” ungkap dia. Continue reading

Categories: Harkitnas | Leave a comment

Harkitnas Harus Jadi Inspirasi Kebangkitan Pendidikan

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap 20 Mei harus menjadi inspirasi kemajuan pendidikan nasional. Hal itu dikatakan Anggota Komisi X DPR, Raihan Iskandar, Sabtu (19/5/2012) malam kemarin, di Jakarta. Ia mengungkapkan, sejarah lahirnya kebangkitan nasional pada 1908 disebabkan oleh munculnya kaum terpelajar.

Menurutnya, tokoh-Logo Harkitnas 106th HiRestokoh pergerakan nasional yang menjadi penggerak munculnya organisasi-organisasi modern pada masa itu, seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Sutomo, Soekarno, Agus Salim, dan sebagainya lahir dari dunia pendidikan.

“Pengaruh pendidikan pada masa perjuangan membuka kesadaran kaum terpelajar untuk bangkit dari keterpurukan sebagai bangsa yang terjajah,” ujarnya.

Kala itu, lanjut dia, meski awalnya Belanda hanya membuka sekolah-sekolah bagi golongan bangsawan dan mampu, tetapi justru dimanfaatkan oleh golongan elit Indonesia untuk mengubah nasib bangsanya.

“Oleh karena itu, momentum hari Kebangkitan Nasional tahun ini harus dijadikan inspirasi bagi Pemerintah untuk memajukan bangsa melalui pendidikan,” ujarnya. Continue reading

Categories: Harkitnas | Leave a comment

History of Indonesia : Cournelis de Houtman Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara

CORNELIS de Houtman (lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 – Tewas di Aceh, 1599), adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan de Houtman, Kerajaan Pocornelis_de_houtman_thumb1rtugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman Continue reading

Categories: Sekeping Informasi | Leave a comment

Review Tokoh : Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol (lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatra Barat 1772 – wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotak, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864), bernama asli Muhammad bin Syahab atau Petto Syarif.

Beliau adalah salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda, peperangan itu dikenal dengan nama Perang Padri di tahun 1803-1837. Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973 .

imam-bonjol-2Tuanku Imam Bonjol dilahirkan di Bonjol, Pasaman, Indonesia pada tahun 1772.Beliau kemudiannya meninggal dunia di Manado, Sulawesi pada 6 November 1864 dalam usia 92 tahun dan dimakamkan di Khusus Lotak, Minahasa. Continue reading

Categories: Sekeping Informasi | Leave a comment

News of Day : Nasionalisme Indonesia Mencapai Puncak!

JAKARTA, KOMPAS.com — Rasa nasionalisme bangsa Indonesia tengah mencapai puncaknya. Sebanyak 92,1 persen publik Indonesia merasa bangga sebagai orang Indonesia. Nasionalisme ini pun diikutsertakan dengan kesediaan untuk turun berperang membela negara yang mencapai 63,1 persen. Begitulah hasil survei yang dilakukan oleh Lingkar Survei Indonesia (LSI).

0924416620X310“Ketika kami tanyakan seberapa banggakah ibu atau bapak menjadi orang Indonesia, ternyata 92,1 persen menjawab sangat atau cukup bangga, sementara yang kurang atau tidak bangga sama sekali sebanyak 4,2 persen. 3,7 persen tidak tahu,” ungkap Peneliti LSI, Ardian Sopa, Kamis (23/12/2010), dalam jumpa pers di Pisa Kafe, Jakarta. Continue reading

Categories: Berita / News | Leave a comment

Blog at WordPress.com.