News of Day : Menakar Nasionalisme Pemuda Perbatasan lewat Bedah Film “Tanah Syurga… Katanya”

Berbagai cara bisa dilakukan dalam mengangkat jiwa nasionalisme masyarakat, khususnya pemuda perbatasan. Demikian juga yang coba dilaksanf949f5021a17bf99072bdc04ec8f1657akan puluhan pemuda dengan latar belakang yang berbeda, ada dari mahasiswa, pelajar dan pekerja seni di Nunukan.

MESKI berawan cuaca Nunukan pada sabtu (6/8) terbilang cukup panas. Kondisi ini hampir dirasakan seluruh masyarakat Nunukan, tak terkecuali di Sedadap, Kecamatan Nunukan Selatan dimana di Graha Pemuda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Nunukan tengah berlangsung nonton bareng film “Tanah Syurga Katanya”.

Adalah sebuah film drama yang dirilis tahun lalu di sutradarai oleh Herwin Novianto dan dibintangi Osa Aji Santoso dan Fuad Idris. Film dengan durasi 90 menit ini menceritakan kehidupan masyarakat perbatasan di Kalimantan yang harus bertarung dan berjuang mempertahankan hidup mereka di tengah arus jaman yang semakin modern.

Dikisahkan, Malaysia yang telah mengalami kemajuan baik dari segi pembangunan maupun ekonomi sangat jauh berbeda dengan Indonesia yang masih diselimuti banyak keterbatasan. Namun tokoh utama yang diperankan Osa Aji Santoso memiliki Nasionalisme yang cukup tinggi dan tetap yakin dengan bangsanya sendiri. Kecintaannya terhadap Indonesia begitu dalam. Hasyim, salah satu tokoh konfrontasi 1965 juga memiliki kesetiaan dan loyalitas terhadap bangsa dan negaranya yang membuat dirinya tetap kukuh bertahan tinggal di Indonesia.

Dengan mengangkat tema “Antara Tantangan Jiwa Nasionalisme vs Malaysiaisme”, bedah film ini juga dihadiri oleh wakil bupati Nunukan Hajjah Asmah Gani.

Beberapa narasumber pun dihadirkan, di antaranya Dandim 0911 Nunukan Letkol (Inf) Budijanto, Kepala Badan Kesatuan Berbangsa Berpolitik dan Linmas (Kesbangpol), H Muhammad Arsyad dan Ketua DPD KNPI Nunukan Asnawi SE serta Edy Masran-salah seorang tokoh pemuda.

Berbagai pertanyaan muncul dari peserta seputar nasionalisme. Mulai dari bagaimana hidup di tengah keterbatasan, hingga pada munculnya usulan diterapkannya kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4).

Dandim 0911/Nnk, Letkol Inf Budijanto berpesan agar pemuda tetap memegang teguh dan mengamalkan 4 (empat) pilar berbangsa dan bernegara serta menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai pedoman hidup dan perilaku bangsa Indonesia sehari-hari.

“Empat pilar itu, yakni Pancasila sebagai karakter, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai rumah bersama dan Bhinneka Tunggal Ika, kerukunan didalam kepelbagaian. Terlebih lagi bahwa kita mesti meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Dengan itu yakinlah bangsa kita akan tetap kokoh. Kita harus tetap berkomitmen, dimana keputusan itu demi kebaikan bersama. Jujur, berani dan mengedepankan etika dan moral,” jelasnya. (ica/c1)

Categories: Berita / News | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: